LATOA (Latihan Orientasi Anggota)
Editor : Ahmad Nur Ramadani
Latihan Orientasi Anggota atau yang lebih dikenal dengan LATOA merupakan salah satu program kerja dari Bidang Pembinaan Anggota dan Pengembangan Organisasi (PAPO) HIPERMAWA KOPERTI PNUP. Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan pada 17–19 April 2026 di Taman Belajar Ininnawa, Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.
Dengan mengusung tema "Kritis dalam Ide, Tulus dalam Bakti, Teguh dalam Budaya", LATOA hadir sebagai wadah penempaan kader yang tidak hanya tajam dalam berpikir, tetapi juga tulus dalam berbakti dan kokoh dalam identitas budayanya sebagai mahasiswa Wajo. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang mampu membaca realitas secara kritis, mengabdikan diri kepada sesama dengan tulus, serta mempertahankan nilai-nilai budaya Wajo dalam setiap langkah perjuangannya.
Pada Jumat, 17 April 2026, seluruh panitia berkumpul terlebih dahulu di Sekretariat HIPERMAWA Koperti PNUP untuk melakukan briefing dan pengecekan perlengkapan sebelum pemberangkatan. Peserta kemudian menyusul dan bersama-sama berangkat menuju lokasi kegiatan. Sesampainya di Taman Belajar Ininnawa, acara resmi dibuka pada malam hari dengan prosesi pembukaan yang khidmat, diawali sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Umum, Ketua DPAKop yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan LATOA 2026.
Selama tiga hari dua malam, sebelas peserta angkatan 2025 mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang sarat makna. Dalam sesi pembekalan, peserta menerima lima materi pokok yang dirancang saling berkesinambungan mulai dari Ideologi Dunia yang dibawakan oleh Kak Hisbullah, Analisis Wacana Kritis: Membedah Isu Sosial di Media Digital dibawakan oleh Kak Achmad Arief Rahmatullah, Peta dan Langkah Praksis Analisis Sosial dibawakan oleh Kak Rahmatullah Usman, Ideologi & Dinamika Gerakan Mahasiswa Kedaerahan oleh Kak Banten Anugrah, hingga Analisis Kebijakan Historis: Refleksi Kepemimpinan La Pateddungi & La Tenri Bali yang dibawakan oleh Kabid PAPO Andi Rafli.
Tak hanya duduk menerima materi, peserta juga diterjunkan dalam dua sesi Focus Group Discussion (FGD). FGD pertama menantang setiap kelompok untuk menelusuri isu-isu sosial aktual melalui media digital, mendiskusikannya secara mendalam, lalu menghasilkan sebuah tulisan atau artikel sebagai output nyata yang siap untuk diterbitkan. FGD kedua hadir setelah materi kelima, di mana peserta diminta merefleksikan nilai wawasan kebudayaan ke dalam format infografis yang kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh peserta dan panitia.
Di tengah padatnya agenda intelektual, LATOA 2026 juga menyisipkan kegiatan sosial yang menjadi salah satu momen paling berkesan yaitu membersihkan masjid di sekitar lokasi kegiatan. Seluruh peserta dan panitia bersama-sama turun tangan membersihkan masjid sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial mahasiswa kepada masyarakat sekitar. Nilai "tulus dalam bakti" pun benar-benar dihidupkan, bukan sekadar diucapkan sebagai tema.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, ditandai dengan prosesi penutupan yang penuh haru. Sepatah kata dari Ketua Umum, Ketua DPAKop yang sekaligus menutup secara resmi kegiatan LATOA 2026, diiringi doa bersama sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.
Dengan selesainya LATOA 2026, diharapkan kader dapat membawa semangat tema yang telah mereka hayati selama tiga hari dua malam: kritis dalam membaca realitas, tulus dalam mengabdi kepada sesama, dan teguh dalam mempertahankan identitas budaya Wajo di manapun mereka berpijak. LATOA bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari perjalanan panjang berorganisasi yang penuh tantangan sekaligus maknaAndi Rafli

Belum ada Komentar untuk "LATOA (Latihan Orientasi Anggota)"
Posting Komentar