BEDAH FILM "Bumi Manusia"

 BEDAH FILM "Bumi Manusia"
Oleh Muhammad Anugrah

Diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, film Bumi Manusia hadir dengan rangkuman kisah yang cukup memuaskan. Kekhawatiran para penggemar novel ini yang meragukan Iqbaal Ramadhan berperan sebagai Minke tak terbukti. Pasalnya, Iqbaal bisa cukup menghidupkan sosok Minke. Bumi Manusia merupakan produksi Falcon Pictures. Adalah Hanung Bramantyo yang didaulat untuk menjadi sutradara kisah masterpiece milik Pramoedya Ananta Toer tersebut.

Cerita Bumi Manusia yang merupakan babak pertama Tetralogi Pulau Buru itu berkisar di antara Minke, Annelies Mellema (Mawar Eva de Jongh), dan Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti). Ketika itu, Minke merupakan wujud seorang pribumi yang melawan lewat tulisan dan kecerdasan intelektual.

Dengan latar belakang saat Belanda masih menduduki Indonesia, Minke berupaya mencari keadilan untuk diri dan lingkungannya. Sebagai pribumi, Minke memiliki peluang untuk bersekolah di HBS karena ayahnya seorang bupati.

Di sekolah, Minke menjadi minoritas di antara anak-anak Belanda dan anak campuran Belanda-Indonesia (Indo). Statusnya yang pribumi sering kali membuat dia diperlakukan tak adil. Namun, Minke tak pernah menyerah. Suatu ketika, takdir mempertemukan dia dengan Annelies. Annelies merupakan putri dari Nyai Ontosoroh dan Herman Mellema (Peter Sterk), serta adik dari Robert Mellema (Giorgino Abraham). Nyai Ontosoroh adalah gundik (Istri Simpanan) Herman. Seperti Minke, sebagai pribumi yang dilabeli status gundik, Nyai Ontosoroh adalah sosok yang berani dan pintar Ia pintar walau tak pernah mengenyam pendidikan. Ia juga mampu organisasi bisnis tuannya serta memiliki sikap dan pendirian yang tegas yang tidak lazim pada seorang nyai. Sebagai ibu, dia sangat menyayangi Ann.

Sejak awal pertemuan Nyai Ontosoroh dengan Minke, dia tahu, Minke adalah lelaki yang akan membahagiakan Ann. Di mata Nyai Ontosoroh, Minke adalah pemuda cerdas dan pemberani. Untuk itulah, Nyai Ontosoroh sudah memberikan restu kepada Minke untuk mendekati Annelies, sampai pada akhirnya Minke dan Annelies duduk bersading di bangku pernikahan

Perjalanan hidup Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh berliku. Diskriminasi karena ras serta status yang melekat membuat Nyai Ontosoroh mendapat banyak masalah. Puncaknya adalah ketika Herman dibunuh di rumah candu milik babah Ah Tjong. Di peristiwa itu, setelah Herman tewas, Robert kabur.

Tragedi nahas itu membawa Nyai Ontosoroh harus menghadapi pengadilan Eropa. Tentu saja banyak ketidakadilan untuk Ontosoroh yang dianggap hanya gundik. Peran Minke menjadi penyambung permasalahan Ontosoroh dengan menuliskannya di surat kabar.

Permasalahan lain muncul ketika anak Herman dari istri sah nya di Belanda, Maurits Mellema (Robert Alexander Prein) menuntut kekayaan ayahnya dangan alasan ayahnya tidak pernah mengajukan gugatan cerai dengan Ibunya di Belanda. Sebagai istri yang tak pernah dinikahkan dengan sah, Ontosoroh tidak memiliki hak apa pun terhadap harta Herman. Pedihnya lagi, Ontosoroh bahkan tidak punya hak asuh terhadap anaknya, Annelies. Pengadilan Eropa memutuskan Annelies harus dibawa ke Belanda.

Pada akhirnya, Minke harus mengikhlaskan keberangkatan Annelies ke Belanda yang disebabkan karena pernikahan Ontosoroh dan Herman diputuskan tidak sah oleh hakim pengadilan, sehingga Annelies harus diserahkan kepada walinya di Belanda. Beberapa hari kemudian, Minke yang membawa buku berdiri di depan tebing pantai, diiringi dengan senandika dari Minke.

 

Belum ada Komentar untuk "BEDAH FILM "Bumi Manusia""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel