Aqidah sebagai Fondasi: Memahami Agama Samawi, Islam, dan Peran Manusia sebagai Khalifah
Editor : Ahmad Nur Ramadani
Bedah Buku: Aqidah, Agama, dan Kedudukan Manusia
1. Pengertian Aqidah
Aqidah berasal dari kata al-‘aqd yang berarti ikatan, simpul, atau sesuatu yang terpatri kuat dalam hati.
Secara istilah, aqidah adalah keyakinan dasar seorang muslim tentang Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul, hari akhir, dan takdir.
Aqidah menjadi fondasi utama dalam Islam karena ia menjadi dasar dari seluruh perkataan, perilaku, serta cara pandang manusia terhadap kehidupan.
Aqidah yang benar akan melahirkan akhlak yang baik, ketenangan jiwa, serta menjadikan seseorang konsisten dalam menjalankan ibadah.
2. Pengertian Agama
Secara bahasa, agama berasal dari kata ad-dien yang berarti ketaatan, jalan hidup, dan balasan. Secara istilah, agama adalah sistem keyakinan dan aturan ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Agama memberikan pedoman hidup agar manusia memiliki arah, tujuan, dan standar moral yang jelas. Dalam konteks Islam, agama tidak hanya terbatas pada ibadah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan.
3. Agama Samawi
Agama Samawi adalah agama yang berasal dari wahyu Allah dan diturunkan kepada para nabi melalui malaikat Jibril. Agama-agama ini memiliki sumber ilahi dan membawa ajaran tauhid.
Termasuk agama samawi adalah:
Islam — wahyu terakhir dan penyempurna agama sebelumnya
Nasrani (Kristen) — melalui Nabi Isa AS
Yahudi — melalui Nabi Musa AS Ciri-ciri agama samawi:
- Bersumber dari wahyu Allah
- Mengajarkan tauhidM
- Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesamanya
- Memiliki nabi atau rasul sebagai penyampai
4. Agama Ardhiy (Aradhi)
Agama Aradi adalah agama atau kepercayaan yang lahir dari budaya, tradisi, atau pemikiran manusia.
Ia tidak bersumber dari wahyu Allah, tetapi dari hasil peradaban dan filsafat manusia.
Contoh agama atau kepercayaan aradi:
- Hindu
- Buddha
- Konghucu
Kepercayaan lokal berbagai suku
Ciri-ciri agama aradi:
- Tidak memiliki kitab suci wahyu
- Ajarannya berkembang dari budaya dan pemikiran manusia
- Tidak mengajarkan tauhid murni sebagaimana agama samawi
- Bisa berubah sesuai perkembangan zaman dan daerah
5. Pengertian Agama Islam
Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna agama samawi sebelumnya.
Islam berasal dari kata salama yang berarti damai, tunduk, dan berserah diri.
Islam memiliki tiga pilar utama:
- Aqidah — keyakinan
- Syariah — aturan dan hukum
- Akhlak — perilaku moral
Islam mengatur seluruh aspek kehidupan: ibadah, muamalah, keluarga, politik, ekonomi, sosial, hingga hubungan manusia dengan alam.
Inti ajaran Islam adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah dan ketaatan.
6. Kedudukan Manusia dalam Pandangan Islam
Dalam ajaran Islam, manusia memiliki posisi yang sangat istimewa:
1. Sebagai Khalifah di Bumi
Manusia diberi mandat untuk memimpin, mengatur, dan memakmurkan bumi:
- menjaga lingkungan
- menegakkan keadilan
- memanfaatkan sumber daya dengan bijak
Walaupun menjadi khalifah, manusia tetap seorang hamba yang tunduk kepada perintah Allah.
Ketaatan kepada Allah menjadi tujuan utama manusia diciptakan.
3. Makhluk Mulia yang Diberi Akal
Manusia diberi potensi:
- akal
- hati
- nafsu
kemampuan memilih (free will)
Karena itu manusia akan dimintai pertanggungjawaban pada hari akhir.
4. Diuji dengan Amalan
Hidup manusia adalah ujian:
- ujian ketaatan
- ujian harta
- ujian nikmat
- ujian kesabaran
Allah menilai manusia berdasarkan amal dan ketakwaannya, bukan penampilan atau keturunan.
Kesimpulan
Bedah buku ini menunjukkan bahwa aqidah adalah fondasi keyakinan yang menentukan arah kehidupan manusia. Agama sebagai sistem ilahi terbagi menjadi agama samawi yang bersumber dari wahyu, dan agama aradi yang lahir dari budaya manusia. Islam, sebagai agama samawi terakhir, memberikan pedoman hidup yang lengkap bagi manusia untuk menjadi hamba Allah dan khalifah di bumi. Melalui pemahaman yang benar tentang aqidah, agama, dan kedudukan manusia, seseorang dapat menjalani hidup dengan tujuan, makna, dan arah yang jelas.
Muh. Rahim

Belum ada Komentar untuk "Aqidah sebagai Fondasi: Memahami Agama Samawi, Islam, dan Peran Manusia sebagai Khalifah"
Posting Komentar